Pendidikan dan Pengajaran
Pendidikan dan Pengajaran
Fakultas Hukum UNSA Makassar Gandeng Dunia Usaha,
Perkuat Link and Match dan Kesiapan Lulusan
Liputan Satgas PPKPT UNSA Makassar.
Fakultas Hukum Universitas Sawerigading (Unsa) Makassar terus memperkuat jejaring kemitraan dengan dunia usaha sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Hukum Universitas Sawerigading dengan CV Surya Lestari, Selasa (21/7/2026).
Penandatanganan kerja sama berlangsung di Fakultas Hukum Universitas Sawerigading, Jalan Kandea 1 No. 27, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan fakultas dan civitas akademika Fakultas Hukum Unsa.
MoA ditandatangani langsung oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Sawerigading, Dr. Dian Eka Kusuma Wardani, S.H., M.H., bersama Owner CV Surya Lestari, Henny Yonas.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang sebelumnya telah disepakati antara Universitas Sawerigading Makassar dan CV Surya Lestari. Jika MoU menjadi payung kerja sama pada tingkat universitas, maka MoA tersebut menjadi pijakan yang lebih spesifik bagi Fakultas Hukum untuk menerjemahkan kesepakatan tersebut ke dalam berbagai program yang bersifat teknis dan operasional.
Langkah ini sekaligus menunjukkan keseriusan Fakultas Hukum Unsa dalam mengembangkan konsep link and match antara perguruan tinggi dan dunia usaha.
Konsep tersebut dinilai penting karena perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki penguasaan teori dan kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai keterampilan praktis, kemampuan beradaptasi, komunikasi profesional, serta pengalaman berinteraksi dengan lingkungan kerja yang sesungguhnya.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Sawerigading, Dr. Dian Eka Kusuma Wardani, S.H., M.H., mengatakan kolaborasi dengan dunia usaha merupakan bagian dari strategi fakultas untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja.
Menurutnya, pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada proses pembelajaran di ruang kuliah. Mahasiswa perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan melalui pengalaman nyata di lapangan.
“Penandatanganan MoA ini merupakan langkah nyata Fakultas Hukum Universitas Sawerigading dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami ingin membangun sinergi yang berkelanjutan dengan dunia usaha sehingga mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kompetensi, keterampilan, dan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja,” ujar Dian Eka.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan dunia usaha memberikan kesempatan kepada perguruan tinggi untuk memahami perkembangan kebutuhan profesional di lapangan. Masukan dari dunia usaha juga dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan kompetensi mahasiswa.
Dengan demikian, proses pendidikan dapat terus diselaraskan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Bagi Fakultas Hukum, penguatan hubungan dengan dunia usaha juga menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman profesional mahasiswa. Lingkungan kerja memberikan pembelajaran yang berbeda dengan pembelajaran teoritis di dalam kelas.
Mahasiswa dapat memahami bagaimana pengetahuan hukum dan berbagai kompetensi akademik diterapkan dalam situasi nyata, termasuk dalam memahami persoalan administratif, profesional, komunikasi, etika kerja, hingga penyelesaian berbagai persoalan yang muncul dalam aktivitas usaha.
Dian Eka menegaskan bahwa konsep link and match menjadi salah satu perhatian Fakultas Hukum Universitas Sawerigading dalam menyiapkan lulusan yang memiliki daya saing.
Lulusan perguruan tinggi, kata dia, harus memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik dan keterampilan praktis.
“Kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptif, profesional, dan siap bersaing di era global,” katanya.
Menurutnya, dunia kerja berkembang sangat cepat. Perubahan teknologi, pola bisnis, kebutuhan industri, serta tuntutan profesionalisme membuat perguruan tinggi harus terus melakukan penyesuaian.
Karena itu, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkecil kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh kesempatan untuk mengenal dunia profesional secara lebih dekat.
Program kolaborasi juga dapat diarahkan pada berbagai bentuk kegiatan, seperti magang mahasiswa, pelatihan, pengembangan kompetensi, seminar, workshop, penelitian bersama, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Kehadiran mitra dari dunia usaha diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa sehingga mereka tidak hanya memahami hukum dari sisi konseptual, tetapi juga mampu melihat bagaimana ilmu yang dipelajari dapat memberikan manfaat dalam kehidupan masyarakat dan aktivitas dunia usaha.
Sementara itu, Owner CV Surya Lestari, Henny Yonas, menyambut baik kerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Sawerigading.
Menurutnya, perguruan tinggi dan dunia usaha memiliki kepentingan yang saling berkaitan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari kerja sama ini. Dunia usaha dan perguruan tinggi memiliki tujuan yang sama, yakni melahirkan generasi yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Karena itu, kami siap mendukung berbagai program yang telah disepakati dalam MoA ini,” kata Henny.
Ia menilai kerja sama antara dunia pendidikan dan dunia usaha perlu dibangun secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh mahasiswa maupun masyarakat.
Menurutnya, dunia usaha tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, tetapi juga membutuhkan tenaga kerja yang mampu bekerja secara profesional, berkomunikasi dengan baik, memahami etika, serta mampu beradaptasi terhadap perubahan.
Karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi ruang yang strategis untuk ikut berkontribusi dalam proses pengembangan sumber daya manusia.
Henny berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial penandatanganan MoA, tetapi dapat dilanjutkan melalui berbagai program konkret yang memberikan pengalaman dan manfaat langsung kepada mahasiswa.
“Kami berharap kerja sama ini dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dalam kegiatan magang mahasiswa, tetapi juga pelatihan, pengembangan kompetensi, serta kegiatan lainnya yang dapat memberikan nilai tambah bagi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sawerigading,” tuturnya.
Lebih jauh, kerja sama Fakultas Hukum Universitas Sawerigading dengan CV Surya Lestari diarahkan menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pada bidang pendidikan, kolaborasi dapat menjadi sarana memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman. Mahasiswa dapat memperoleh wawasan mengenai dunia profesional sekaligus mengembangkan keterampilan yang tidak seluruhnya dapat diperoleh melalui pembelajaran konvensional.
Sementara dalam bidang penelitian, kemitraan dengan dunia usaha membuka peluang munculnya kajian-kajian yang berangkat dari persoalan nyata. Hal tersebut dapat memperkaya perspektif akademik sekaligus menghasilkan penelitian yang memiliki relevansi terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Sedangkan pada bidang pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi dan mitra usaha dapat bersinergi dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat sosial.
Dengan pola kolaborasi tersebut, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Lebih jauh, kerja sama Fakultas Hukum Universitas Sawerigading dengan CV Surya Lestari diarahkan menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pada bidang pendidikan, kolaborasi dapat menjadi sarana memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman. Mahasiswa dapat memperoleh wawasan mengenai dunia profesional sekaligus mengembangkan keterampilan yang tidak seluruhnya dapat diperoleh melalui pembelajaran konvensional.
Sementara dalam bidang penelitian, kemitraan dengan dunia usaha membuka peluang munculnya kajian-kajian yang berangkat dari persoalan nyata. Hal tersebut dapat memperkaya perspektif akademik sekaligus menghasilkan penelitian yang memiliki relevansi terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Sedangkan pada bidang pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi dan mitra usaha dapat bersinergi dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat sosial.
Dengan pola kolaborasi tersebut, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Penandatanganan MoA dengan CV Surya Lestari menjadi salah satu langkah strategis Fakultas Hukum Universitas Sawerigading Makassar dalam memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai sektor.
Fakultas Hukum Unsa memandang bahwa membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas kesempatan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman profesional.
Kemitraan tersebut sekaligus menjadi bentuk keterbukaan perguruan tinggi dalam membangun kolaborasi yang saling menguntungkan antara dunia akademik, dunia usaha, dan masyarakat.
Ke depan, kerja sama semacam ini diharapkan dapat terus dikembangkan dengan berbagai mitra lainnya sehingga semakin banyak ruang pembelajaran dan pengalaman yang dapat diakses mahasiswa.
Bagi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sawerigading, penguatan link and match tersebut diharapkan menjadi bekal penting untuk memasuki dunia kerja maupun membangun kemandirian profesional setelah menyelesaikan pendidikan.
Dengan demikian, MoA antara Fakultas Hukum Universitas Sawerigading dan CV Surya Lestari bukan sekadar dokumen kerja sama, tetapi menjadi pijakan untuk menghadirkan program-program kolaboratif yang lebih konkret, terukur, dan berkelanjutan.
Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha pada akhirnya diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan praktis, karakter profesional, serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika dunia kerja.
Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen Fakultas Hukum Universitas Sawerigading untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pada kesiapan lulusan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan.